Monday, 4 February 2013

Cosplay Nowadays... Isn't Fun Anymore


Hai, sudah lama yah gak nulis di blog ini. Ahahahah, maklum keasyikan di twitter. Memang di sana itu bikin nagih.
Langsung to the point aja, gak usah banyak bacot. Tulisan ini MURNI hanya PENDAPAT dan MUNGKIN PASTINYA berisi curcolan dan cerita pribadi, ok? So, here we go!!! /pake logat si abang Masmun/ /ditabok.

Setelah sekian lama gak ngecek FB, saya dikagetkan dengan sepintas kalimat yang terCAPS (mari di ctrl-c dan ctrl-v lalu ctrl-e /bah):

........ ANTI COSPLAY INDONESIA & KOMUNITAS ANTI COSPLAYER SENIOR.

WHAT THE FFFFFFFFFFFFFF!!! APA INI?!!!—Itu yang langsung terlintas dipikiran.

Sebagian kalimat itu saya baca status temen cosplayer di FB


Berpikir. Aahhh~ akhir-akhir ini ada temen yang bahas soal cosplayer senior dan junior. O-okey man, berasa masuk sekolah aja sampai ada istilah begituan. Lalu, saya juga sempet bayangin cosplay = kendo. /NGGAKGITUHotacchi.

Setelah saya baca-baca comment-nya dan penjelasan albumnya dia (di sini saya salut dengan ke kreatifannya mbak satu ini), ternyata ada sebuah FP (fans page) dengan nama Anti Cosplayer Indonesia. Dari Aboutnya (mari di ctrl-c dan ctrl-v lalu ctrl-e lagi /bah /ditabok):

READ THIS ! Page ini adalah page yang bertujuan untuk mengkritik para cosplayer yang berasal dari Indonesia...
           
Ohkey... WTF lagi dan lalu mengabaikan. Ah, toh aku yah tahun ini (sementara) gak cosplay lagi soalnya sedang  ribet tetek bengek di kantor trus galau ama kendo (KAPAN SAYA MUVONNYA!!!).

Yah, paling besok selesai.

Fine.
.
.
.
Tidak. Ternyata tidak fine lagi ketika mbak cosplayer kesayangan (beda orang dengan sebelumnya),  membuat status yang masih berhubungan dengan kemaren.

Dan pada akhirnya saya mengiyakan pernyataan:

Cosplay ISN’T for fun anymore.

Memang sih ada satu atau dua pendapat yang saya setujui dari FP situ, tapi kebanyakan NGGAK .

Jujur aja, saya tuh termasuk BARU di cosplay. Bisa dianggap juga saya masih junior. Baiklah saya mulai cerita, kenapa saya bisa kecantol sama hobi yang bisa dibilang mahal ini.

Sekitaran tahun 2005, saya mulai mengenal cosplay. Masih bisa diinget dengan jelas waktu itu beli majalah anime yang bahas FFVII Advent Children dan generasi lawas (mungkin ada yang lebih lawas lagi yang kenal yak, gw gak tau. Pokoknya di sini saya merasa lawas tua), tentu mengenal grup Endiru. Mereka bawain kabaret FFVII Advent Children.

Oh, my... langsung saya jatuh cinta sama cosplay.

Kali kedua bertemu cosplay lagi adalah di Universitas Brawijaya tahun 2009. Itu pun sebenarnya dipaksa lihat si @audrianherdy nge-band yang ternyata pas saya dateng dianya udah selesai manggung. Kampret (selain itu sebelumnya ke sana, saya lagi hangout bareng temen soalnya ultah). Ohkey, setelah sampai di sana yang heboh sekali itu, malah si temen. :))))))).

Tahun 2010 dateng lagi ke Universitas Brawijaya, yang belakangan diketahui itu adalah  annual event-nya FIB (Fakultas Ilmu Budaya) – Jurusan Sastra Jepang /ngek /telattau. Kemudian membuat kesepakatan yang gak pasti sama temen, “Yuk kita cosplay sendiri.”

Ada niatan mau gabung komunitas cosplay Malang, tetapi karena suatu alasan saya nggak ikutan gabung dan memilih untuk jalan sendiri dan ternyata memang asyik jalan sendiri. :)))))

Dan start tahun 2011 saya cosplay. Sendirian. Ditemani sepupu, abang dan kawan-kawan kontrakannya abang tersayang, serta teman-teman kendo.

Sangat sulit memulainya. Diawali dengan memilih karakter, jahit bajunya dimana, aksesorisnya, styling wig-nya, make-upnya, tentu saja pendalaman karakternya. Awalnya mau jadi Naruto Gakuen, tetapi atas saran abang @audrianherdy, carilah karakter yang  jarang di cosplaykan di Indonesia. Kalau Naruto sudah mainstream. Akhirnya saya memilih sebagai Date Masamune Gakuen.

Jujur, saya banyak banget nyimpen foto cosplayer Jepang yang “nota bene niat-niat” << dia dapetnya cosplayer yang bagus-bagus. /plaks.

Selama ini saya berpatokan pada itu (foto cosplay dari cosplayer kesayangan) dan pesan pas ikut workshop cosplay: Jangan mengejar kuantitas cosplay tapi kualitas dan jangan setengah-setengah. Selain itu saya /uhuk semacam “agak keras” pada diri sendiri kalau soal ini karena sempat dikritik sama @audrianherdy soal In-character. Dalam cosplay kita gak cuman gaya-gayaan, tetapi aktingnya. Masalahnya kita memerankan karakter yang sudah diperankan oleh orang lain tetapi  tanpa menghilangkan “khas kita”.—ini saya rangkum dari komennya Kaname dan si abang—.

Kemudian saya persempit cakupan karakter yang saya cosplaykan supaya lebih fokus nguasain karakternya serta memberikan yang terbaik, selain itu karena keterbatasan waktu juga. Yang saya pikirin ‘kan gak cosplay aja. Ngahahahah!!! Daaaaaaaaaannnnnnn yang paling utama, cosplay buat saya adalah kesenangan pibadi. Cosplay saya bagus atau nggak, Anda yang menentukan.

Nah itulah versi cosplay dari saya. Kalau versimu? /gaknanya /bukaniklan

Jadi intinya cosplay itu: Have fun dan paling penting dapet temen baru (atau sesuatu yang baru yang gak nyangkut cosplay juga dapet kok /apa? /asal).

Yah, saya harap sih yang kayak gitu-gitu segera berakhir lah. Risih dan sedih juga lihatnya / dengernya. Hormati dan hargailah, niscaya kau akan dihormati dan dihargai. Selain itu, cosplayer itu juga manusia.

Udahan ah nulisnya. Ternyata capek juga. /ngek /gakniat.

Maaf kalau tulisan ini kacau. Yang nulis juga perasaannya lagi kacau baca yang gitu-gitu. /maksud. Ada yang gak mudeng setelah baca ini? Silahkan tanya saya lebih lanjut. /ditabok. 


(Hijikata Toushiro - Gintama ; Date Masamune - Gakuen Basara; Date Masamune - Sengoku Basara ; Switch (Usui Kazuyoshi) - SKET Dance). All photos taken by my dear patner @audrianherdy. Thank you for supporting me until now.

No comments:

Post a Comment