Hai,
sudah lama yah gak nulis di blog ini. Ahahahah, maklum keasyikan di twitter.
Memang di sana itu bikin nagih.
Langsung to the point aja, gak usah
banyak bacot. Tulisan ini MURNI hanya PENDAPAT dan MUNGKIN PASTINYA
berisi curcolan dan cerita pribadi, ok? So, here we go!!! /pake logat si abang
Masmun/ /ditabok.
Setelah sekian
lama gak ngecek FB, saya dikagetkan dengan sepintas kalimat yang terCAPS (mari
di ctrl-c dan ctrl-v lalu ctrl-e /bah):
........ ANTI COSPLAY INDONESIA & KOMUNITAS ANTI COSPLAYER SENIOR.
WHAT THE
FFFFFFFFFFFFFF!!! APA INI?!!!—Itu yang langsung terlintas dipikiran.
Berpikir. Aahhh~
akhir-akhir ini ada temen yang bahas soal cosplayer senior dan junior. O-okey
man, berasa masuk sekolah aja sampai ada istilah begituan. Lalu, saya juga
sempet bayangin cosplay = kendo. /NGGAKGITUHotacchi.
Setelah saya baca-baca
comment-nya dan penjelasan albumnya dia (di sini saya salut dengan ke
kreatifannya mbak satu ini), ternyata ada sebuah FP (fans page) dengan nama Anti Cosplayer Indonesia. Dari Aboutnya
(mari di ctrl-c dan ctrl-v lalu ctrl-e lagi /bah /ditabok):
READ
THIS ! Page ini adalah page yang bertujuan untuk mengkritik para cosplayer yang
berasal dari Indonesia...
Ohkey... WTF
lagi dan lalu mengabaikan. Ah, toh aku yah tahun ini (sementara) gak cosplay
lagi soalnya sedang ribet tetek bengek
di kantor trus galau ama kendo (KAPAN SAYA MUVONNYA!!!).
Yah, paling
besok selesai.
Fine.
.
.
.
Tidak. Ternyata
tidak fine lagi ketika mbak cosplayer kesayangan (beda orang dengan sebelumnya),
membuat status yang masih berhubungan
dengan kemaren.
Dan pada
akhirnya saya mengiyakan pernyataan:
Cosplay ISN’T for
fun anymore.
Memang sih ada
satu atau dua pendapat yang saya setujui dari FP situ, tapi kebanyakan NGGAK .
Jujur aja, saya
tuh termasuk BARU di cosplay. Bisa dianggap juga saya masih junior. Baiklah
saya mulai cerita, kenapa saya bisa kecantol sama hobi yang bisa dibilang mahal
ini.
Sekitaran tahun
2005, saya mulai mengenal cosplay. Masih bisa diinget dengan jelas waktu itu
beli majalah anime yang bahas FFVII Advent Children dan generasi lawas (mungkin
ada yang lebih lawas lagi yang kenal yak, gw gak tau. Pokoknya di sini saya
merasa lawas tua), tentu mengenal grup Endiru. Mereka bawain kabaret FFVII
Advent Children.
Oh, my... langsung
saya jatuh cinta sama cosplay.
Kali kedua
bertemu cosplay lagi adalah di Universitas Brawijaya tahun 2009. Itu pun
sebenarnya dipaksa lihat si @audrianherdy nge-band yang ternyata pas saya
dateng dianya udah selesai manggung. Kampret (selain itu sebelumnya ke sana,
saya lagi hangout bareng temen soalnya ultah). Ohkey, setelah sampai di sana
yang heboh sekali itu, malah si temen. :))))))).
Tahun 2010
dateng lagi ke Universitas Brawijaya, yang belakangan diketahui itu adalah annual event-nya FIB (Fakultas Ilmu Budaya) –
Jurusan Sastra Jepang /ngek /telattau. Kemudian membuat kesepakatan yang gak
pasti sama temen, “Yuk kita cosplay sendiri.”
Ada niatan mau
gabung komunitas cosplay Malang, tetapi karena suatu alasan saya nggak ikutan
gabung dan memilih untuk jalan sendiri dan ternyata memang asyik jalan sendiri.
:)))))
Dan start tahun 2011
saya cosplay. Sendirian. Ditemani sepupu, abang dan kawan-kawan kontrakannya
abang tersayang, serta teman-teman kendo.
Sangat sulit
memulainya. Diawali dengan memilih karakter, jahit bajunya dimana,
aksesorisnya, styling wig-nya, make-upnya, tentu saja pendalaman karakternya.
Awalnya mau jadi Naruto Gakuen, tetapi atas saran abang @audrianherdy, carilah
karakter yang jarang di cosplaykan di
Indonesia. Kalau Naruto sudah mainstream. Akhirnya saya memilih sebagai Date
Masamune Gakuen.
Jujur, saya
banyak banget nyimpen foto cosplayer Jepang yang “nota bene niat-niat” <<
dia dapetnya cosplayer yang bagus-bagus. /plaks.
Selama ini saya
berpatokan pada itu (foto cosplay dari cosplayer kesayangan) dan pesan pas ikut
workshop cosplay: Jangan mengejar kuantitas cosplay tapi kualitas dan jangan
setengah-setengah. Selain itu saya /uhuk semacam “agak keras” pada diri sendiri
kalau soal ini karena sempat dikritik sama @audrianherdy soal In-character. Dalam
cosplay kita gak cuman gaya-gayaan, tetapi aktingnya. Masalahnya kita
memerankan karakter yang sudah diperankan oleh orang lain tetapi tanpa menghilangkan “khas kita”.—ini saya
rangkum dari komennya Kaname dan si abang—.
Kemudian saya persempit
cakupan karakter yang saya cosplaykan supaya lebih fokus nguasain karakternya
serta memberikan yang terbaik, selain itu karena keterbatasan
waktu juga. Yang saya pikirin ‘kan gak cosplay aja. Ngahahahah!!! Daaaaaaaaaannnnnnn yang paling utama, cosplay buat saya adalah kesenangan pibadi. Cosplay saya bagus atau nggak, Anda yang menentukan.
Nah itulah versi
cosplay dari saya. Kalau versimu? /gaknanya /bukaniklan
Jadi intinya
cosplay itu: Have fun dan paling penting dapet temen baru (atau sesuatu yang
baru yang gak nyangkut cosplay juga dapet kok /apa? /asal).
Yah, saya harap
sih yang kayak gitu-gitu segera berakhir lah. Risih dan sedih juga lihatnya / dengernya. Hormati dan hargailah, niscaya kau akan
dihormati dan dihargai. Selain itu, cosplayer itu juga manusia.
Udahan ah
nulisnya. Ternyata capek juga. /ngek /gakniat.
Maaf kalau
tulisan ini kacau. Yang nulis juga perasaannya lagi kacau baca yang gitu-gitu.
/maksud. Ada yang gak mudeng setelah baca ini? Silahkan tanya saya lebih lanjut.
/ditabok.
(Hijikata Toushiro - Gintama ; Date Masamune - Gakuen Basara; Date Masamune - Sengoku Basara ; Switch (Usui Kazuyoshi) - SKET Dance). All photos taken by my dear patner @audrianherdy. Thank you for supporting me until now.

No comments:
Post a Comment